About PERPESI

Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia (PERPESI)  di deklarasikan oleh sekelompok Pegolf Senior Anggota Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun pada tanggal 24 September 1977. Sekitar 50 Pegolf Senior berkumpul di rumah Soena Seputra untuk mendeklarasikan PERPESI. Perhimpunan dicatatkan pada Notaris Publik Pondaag. Mengambil Motto “ DUM SPIRO SPERO (While I breathe, I hope) ” terjemahan bebasnya “ Selama Saya Masih Bernafas Saya Masih Punya Harapan ” terinspirasi ungkapan E. H. Thomas. Saat itu jumlah lapangan golf di Jakarta dan sekitarnya memang sangat sedikit, sebut saja lapangan golf Senayan, Halim, Fatmawati dan JGC di Rawamangun. Jumlah pegolf juga tidak sebanyak sekarang, untuk itu sebagian pegolf senior waktu itu bermaksud membuat satu organisasi yang mengakomodasi keinginan mereka.

Pendeklarasian PERPESI dituangkan dalam Piagam Pendirian dan di tandatangani oleh 23 orang, yaitu J.B. Titiheruw, L.Y. Helmi, H.S. Soekardie, A. Murad Nasserie, Soedarpo Sastrosatomo, Kusnaeni, I. Mokoginta, Moerdiatno, F. Pattiasina, P. Sidharta, S. Baso, E.H. Thomas, Peter Isman, J. Van Riper, D. Tahitu, Soebroto Kusmardjo, D. Hardjosubroto, Sunaryo, S. Soerapoetra, A.W. Kawilarang, R.A.P. Lisapaly, Indra Suhari dan P.H. Simorangkir. Logo PERPESI diciptakan dan diusulkan oleh R.A.P. Lisapaly dan makna / pengertiannya oleh B.A.S. Tobing, dan dalam Pertemuan Nasional (PERNAS) tanggal 18 Juni 2002 telah disetujui menjadi Logo Resmi PERPESI.

Pada masa awal organisasi L. Y. Helmi di daulat menjadi Ketua Umum Pertama PERPESI, lalu J.B. Titiheruw menggantikan sebagai Ketua Umum berikutnya. Santoso Sutantyo melanjutkan estafet kepemimpinan PERPESI dan Ibnu Sutowo diangkat hingga tahun 2000-an. Masa kepemimpinan Ibnu Sutowo di PERPESI dilanjutkan Zakir sebelum beralih ke Yuwono Kolopaking hingga periode sekarang. Beberapa nama yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sek-Jend) PERPESI diantaranya Junir Intan, Soebroto Kusmardjo, dan B. A. S. Tobing.

Mesti diakui, minimnya informasi dan dokumentasi saat itu membuat Susunan Kepengurusan masa awal PERPESI tidak terdata dan terkumpulkan dengan baik sehingga cukup sulit menelusuri personil pengurus saat itu. Hal itu semakin rumit setelah beberapa data yang bisa menjadi benang merah penelusuran ikut raib akibat pencurian di kantor PERPESI di Cilandak pada tahun 2001.

Pada tahun 1991, PERPESI merupakan satu-satunya Perkumpulan Golf yang menaungi para pegolf senior, setelah itu berdirilah beberapa Perkumpulan Pegolf Senior seperti Persatuan Golf Keluarga ABRI (PG KBA) yang kemudian hari berubah nama menjadi PG Keluarga Besar Purnabakti Negara (KPBN), lalu ada juga ASIAN Senior Golf Association (ASGA). Meski di beberapa daerah juga bermunculan PERPESI dan tidak ada kaitan langsung dengan PERPESI Pusat. PERPESI segera melakukan konsolidasi dengan menggelar “ Pertemuan Nasional “ yang dilangsungkan pada tanggal 18 Juni 2002 di Surabaya, Jawa Timur yang bertujuan untuk memadukan secara organisatoris antara PERPESI Pusat dan pegolf senior yang bermunculan di banyak daerah.

Keputusan penting pada pertemuan di Surabaya itu antara lain pembentukan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART PERPESI) serta Struktur Organisasi PERPESI. Konsep AD/ART tersebut secara aklamasi diterima perwakilan PERPESI dari berbagai daerah diantaranya adalah Jakarta (Subroto Kusmardjo, Peter Sumbung dan Abdu Rachman), Jawa Barat (Soeharsono Sagir), Sumatera Selatan (Rahman Manap), Sumatera Utara (Haposan Silalahi), Surakarta (Imam Soetopo), Jawa Timur (Siswanto Adi), Jember (Kahar Muzakir), Bali (M. Suartana), Banjarmasin (Dandung S), Malang (I. G. Nyoman Dana), Semarang (Ethus M), Makassar (Soekrojono). Adapun Struktur Organisasi PERPESI diputuskan terdiri dari PERPESI Pusat dan PERPESI Cabang.

Pada tanggal 18 Juli 2018 disenggarakan MUNASLUB (Musyawarah Nasional Luar Biasa) di Pondok Indah Golf Jakarta Selatan, dihadiri oleh Pengurus Cabang di seluruh Indonesia dan secara aklamasi terpilihlah Masrizal Achmad Syarief sebagai Presiden PERPESI untuk periode 2018 – 2023 menggantikan Bapak Yuwono Kolopaking yang wafat sebelum periode kepengurusan berakhir.

Oleh karena ternyata PERPESI belum terdaftar resmi sebagai organisasi berbadan hukum pada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia maka pengurus PERPESI mendaftarkan Akta Pendirian PERPESI untuk mendapatkan pengesahan menjadi  sebuah badan hukum dituangkan dalam Akta No. 27 tanggal 29 April 2019 dibuat dihadapan Notaris Dewi Kusumawati, SH yang kemudian telah disahkan sebagai Badan Hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, tanggal 14 Mei 2019, No. AHU-000533.AH.01.07.TAHUN 2019.

Mengingat para pendiri PERPESI sudah wafat maka dalam pendahuluan Akta Pendirian dicantumkan nama-nama para penggagas dan pendiri organisasi ini untuk menghormati mereka sebagai pendiri PERPESI. Hal ini dikarenakan ketentuan peraturan perundangan wajib mencantumkan nama-nama para pendiri yang disertai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)  serta nama-nama pengurus saat didirikan yang tercantum dalam Akta Pendirian.

Logo PERPESI juga sudah mendapatkan Sertifikat Merk dari Direktur Jendral Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor Pendaftaran : IDM000890082 tanggal 20 Januari 2020.

PERPESI saat ini terdaftar juga sebagai Anggota Persatuan Golf Indonesia (PGI) sejak Januari 2022

Semoga Tuhan berkenan memberikan kesehatan dan meridhoi rencana dan kegiatan PERPESI dan menjadi salah satu organisasi golf amatir terkemukan di Indoesia dan  yang paling diminati oleh para pegolf senior di Indonesia  sekarang dan untuk masa yang akan datang.